memburu angin

scratches of words.. I write what I feel.. I feel what I write... Alienated. Full Stop.


Blog For Free!


Archives
Home
2007 May
2006 October
2006 September
2006 June
2006 April
2006 January
2005 October
2005 September
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March

My Links
THE STORY OF US
Urang Sunda
BungaMatahari
Rice Bowl Journals Asia
bleedingwords
kings of convenience
Lorem Ipsum Design
Pelangi Indonesia
blog nya tuan puteri :)
siesta records
Morrissey's official site
rosewood
Mixed Reviews
Dashboard Confessional
let's sing it
friendster :)
my equilibrium
bolore
sascha's blog
akuluka
cherie in the wonderland
Paku Putra Langit
fanta merah
vreda - The Tranquilizer
another memento :)

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


Rice Bowl Journals
memburu angin
04.10.05 (7:37 pm)   [edit]

Mana yang lebih baik;


Merasakan sesuatu yang tak ada


Atau tidak merasakan apa yang ada?


 


Kadang kita terlalu mengkhayalkan sesuatu begitu kuatnya untuk menjadi nyata


Sampai-sampai kita menganggapnya ada dan nyata..


 


A permanent illusion.


 


Kadang kita terlalu sibuk membangun potongan – potongan khayalan yang kita susun sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah bentuk yang kita inginkan secara nyata..


 


Kadang kita terlalu keras mendorong diri sendiri hingga batas pertahanan sampai di titik kritis..


Sampai tanpa kita sadari bahwa kita sudah terlalu jauh..


Mengejar apa yang pada akhirnya kita sadari


Bahwa itu bukan untuk kita


Bahwa itu tidak pernah untuk kita


Dan tidak akan pernah menjadi milik kita..


 


Dan saat itu terjadi, kita hanya bisa terpaku... di titik kritis yang kita ciptakan sendiri..


 


Tapi apakah salah untuk mengkhayalkan sesuatu sebegitu kuatnya?


Apakah salah jika lalu kita menganggapnya nyata?


 






Yang fana adalah waktu.  Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.
 
Perahu Kertas
Kumpulan Sajak – Sapardi Djoko Damono

0 Comments
 
Your Name:


Your Comment:


Hit Counter
website counter